JENEWA, SWISS– Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menekankan pentingnya memperluas akses makan bergizi dan layanan kesehatan dalam Sidang High-Level Segment (HLS) sesi ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia (DHAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (23 Februari 2026).
Dalam pernyataannya, Sugiono menyatakan, pemenuhan hak asasi manusia dimulai dari peningkatan martabat dan kualitas hidup sehari-hari.
"Ketika anak-anak dapat belajar tanpa rasa lapar, keluarga dapat mengakses layanan kesehatan, masyarakat merasa aman, dan kesempatan berada dalam jangkauan yang sama, hak-hak fundamental dapat terpenuhi," ujar Sugiono.
Baca Juga: Isu Daging Impor AS Tanpa Halal, Kepala BPJPH Klarifikasi Tegas Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah melakukan transformasi nasional untuk mewujudkan keadilan sosial.
Sugiono menekankan bahwa memperluas akses terhadap makanan bergizi, layanan kesehatan, perumahan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi bukan sekadar kebijakan, tetapi perwujudan hak-hak dasar warga negara.
Selain itu, Indonesia sedang memajukan generasi keenam Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia sebagai upaya memperkuat implementasi HAM secara berkelanjutan.
Langkah ini mencakup koordinasi lintas kementerian, peningkatan akuntabilitas, serta kolaborasi erat dengan institusi HAM nasional dan internasional.
Dewan HAM PBB sendiri merupakan badan PBB yang bertugas memajukan dan melindungi isu HAM global. Dewan ini beranggotakan 47 negara dengan masa keanggotaan tiga tahun.
Indonesia telah enam kali menjadi anggota dan dua kali dipercaya sebagai Wakil Presiden Dewan HAM PBB pada 2009 dan 2024. Sebelumnya, Indonesia juga pernah menjabat Ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada 2005.*
(k/dh)