WASHINGTON, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian di Washington, Kamis, 19 Februari 2026.
Forum internasional bentukan Trump itu diklaim akan menjadi kendaraan baru untuk rekonstruksi Gaza sekaligus penyelesaian konflik global.
Dalam pertemuan tersebut, Amerika Serikat diperkirakan mengumumkan komitmen dana sebesar 5 miliar dolar AS untuk mendukung pembangunan kembali Gaza.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Kini Rp2,916 Juta per Gram Kamis Ini Dewan juga akan membahas pembentukan "Pasukan Stabilisasi Internasional" guna mengawasi keamanan wilayah tersebut, sejalan dengan rencana 20 poin pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang Israel–Palestina.
Trump, yang menjabat sebagai ketua tanpa batas waktu, menyebut Dewan Perdamaian berpotensi menjadi badan internasional paling berpengaruh dalam sejarah. Forum ini pertama kali diperkenalkan di sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Januari lalu.
Namun, inisiatif tersebut menuai kontroversi. Sejumlah pengamat menilai mandat dewan terlalu luas dan berpotensi menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kritik juga mencuat setelah Trump menawarkan kursi kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang sama-sama menghadapi sorotan hukum internasional. Sejauh ini, Netanyahu menerima tawaran tersebut.
Eropa Terbelah
Gedung Putih mengundang 50 negara untuk bergabung. Sebanyak 35 pemimpin menyatakan minat, dan 26 negara tercatat sebagai anggota pendiri. Namun, Uni Eropa memilih menjaga jarak.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menolak hadir, diikuti sejumlah negara besar seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol yang tidak bergabung sebagai anggota.
Sebaliknya, Hungaria dan Bulgaria memutuskan menjadi anggota. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban hadir langsung dalam forum tersebut. Beberapa negara Eropa lain mengirim perwakilan sebagai pengamat.
Timur Tengah dan Asia Bergabung