TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat di tengah putaran kedua perundingan nuklir kedua negara di Jenewa.
Khamenei memperingatkan bahwa kapal perang AS bisa "dikirim ke dasar laut" jika terjadi konfrontasi.
"Orang-orang Amerika terus-menerus mengirim kapal perang menuju Iran," tulis Khamenei dalam unggahan di platform X, Selasa (17/2/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Washington DC, Siap Hadiri Tiga Agenda Strategis "Tentu saja, kapal perang adalah perangkat militer yang berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya daripada kapal perang itu adalah senjata yang dapat mengirim kapal perang tersebut ke dasar laut."
Khamenei juga menegaskan bahwa klaim superioritas militer Amerika Serikat tidak mutlak.
"Kekuatan militer terkuat di dunia pun terkadang bisa dihantam begitu keras hingga tidak bisa bangkit lagi," tambahnya.
Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di Timur Tengah, termasuk pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford beserta kapal pengawalannya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan potensi penggunaan kekuatan militer jika kesepakatan nuklir gagal dicapai, dan jika Iran terus melakukan tindakan keras terhadap demonstran.
Iran juga menggelar latihan militer maritim dengan peluru kendali aktif di Selat Hormuz, jalur perdagangan strategis dunia.
Komando Pusat Militer AS (Centcom) pada akhir Januari memperingatkan Iran agar tidak melakukan "perilaku yang tidak aman dan tidak profesional."
Situasi ini menandai eskalasi ketegangan menjelang kemungkinan kesepakatan nuklir baru, setelah perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) sebelumnya ditinggalkan pemerintahan Trump.*
(k/dh)