WASHINGTON – Amerika Serikat bersiap menyelenggarakan pertemuan resmi pertama Board of Peace, dewan perdamaian bentukan Donald Trump, di Washington pada 19 Februari mendatang.
Konfirmasi ini disampaikan oleh seorang pejabat AS kepada media internasional.
Dewan yang dibentuk sebagai bagian dari 20 poin rencana Trump itu berperan dalam memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Oktober 2025.
Baca Juga: Prabowo di Pengukuhan Pengurus MUI: Bersatunya Ulama dan Umara Jadi Kunci Bangsa yang Damai dan Makmur Anggotanya melibatkan sekitar 20 negara, termasuk Belarusia, Azerbaijan, dan Hungaria.
Pertemuan awal dewan sempat dipimpin Trump di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Januari lalu.
Trump menyebut dewan ini sebagai "kumpulan pemimpin paling bergengsi yang pernah ada dalam sejarah" dan menjadikan Washington sebagai markas besarnya.
Awalnya, Gedung Putih menyatakan dewan ini bertujuan membimbing Gaza melalui proses pelucutan senjata dan transisi teknokratis.
Konsep ini bahkan sempat mendapat dukungan PBB pada November 2025 sebagai bagian dari proses perdamaian yang lebih luas.
Namun, struktur dan piagam dewan yang semakin jelas justru menimbulkan kebingungan.
Draf piagam organisasi tidak menyebutkan kata "Gaza", sehingga sekutu dekat AS seperti Inggris, Prancis, dan beberapa anggota Uni Eropa khawatir akan tujuan sebenarnya dan memilih tidak terlibat.
Pemerintahan Trump pun mencoba meredam kekhawatiran, menegaskan bahwa dewan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran PBB.
Meski demikian, draf piagam menunjukkan indikasi sebaliknya.