RUSIA – Sedikitnya 31 orang tewas dan 169 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra, Islamabad, Pakistan, saat salat Jumat (6/2/2026).
Kelompok Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan komunitas Syiah di ibu kota Pakistan.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut insiden ini sebagai tindakan "biadab" dalam pesan belasungkawa yang disampaikan kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Tertekan, Sektor Syariah dan LQ45 Kompak di Zona Merah Putin menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Pakistan dan menegaskan kesiapan Moskow untuk memperluas kerja sama di bidang penanggulangan terorisme.
"Pembunuhan terhadap orang-orang saat menjalankan ibadah keagamaan merupakan bukti lebih lanjut dari sifat terorisme yang biadab dan tidak berperikemanusiaan," kata Putin, dari Anadolu.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menjanjikan pihak berwenang akan menemukan dan mengadili para pelaku.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menegaskan, serangan ini merupakan "kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip Islam."
Ledakan terjadi ketika pelaku dihentikan di gerbang masjid oleh petugas keamanan. Namun, bom meledak sebelum sempat dicegah sepenuhnya.
Salah satu jamaah, Imran Mahmood, menuturkan baku tembak terjadi antara pelaku dan relawan masjid sebelum ledakan terjadi.
Serangan ini menjadi yang paling mematikan di Islamabad sejak pemboman Hotel Marriott pada 2008.
Pakistan, yang mayoritas penduduknya Sunni, memiliki komunitas Syiah sekitar 10–15 persen dan kerap menjadi sasaran serangan sektarian.
Sementara itu, India menolak tudingan Islamabad yang menuding keterlibatannya dalam insiden tersebut, menyebut klaim itu "tidak berdasar" dan "tidak bermakna".