KOPENHAGEN — Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland menuai peringatan keras dari anggota parlemen Denmark.
Rasmus Jarlov menegaskan bahwa jika Washington mengerahkan militer untuk merebut pulau otonomi tersebut, Denmark tidak akan tinggal diam.
"Kami tentu saja akan membela Greenland. Jika terjadi invasi oleh pasukan Amerika, itu akan menjadi perang, dan kita akan saling berperang," ujar Jarlov dalam wawancara, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Optimistis Tak Ganggu Ekonomi Nasional Trump sebelumnya menekankan bahwa dunia "tidak akan aman" kecuali AS memiliki kendali penuh atas Greenland.
Pernyataan ini memicu kekhawatiran sekutu Eropa dan NATO, yang melihat langkah Trump sebagai potensi krisis internasional di kawasan Arktik.
Pulau strategis yang kaya mineral ini selama ini berada di bawah pengelolaan Denmark, dengan 57.000 penduduk yang menolak dicaplok AS.
Jarlov menegaskan, Denmark telah menanam investasi sebesar US$14 miliar dalam dua tahun terakhir untuk pertahanan Greenland.
Jika AS benar-benar mengambil alih, Washington harus menanggung seluruh beban tersebut.
"Kegilaan ini tidak boleh semakin memburuk dari yang sudah terjadi. Greenland terbuka bagi kerja sama militer dan akses AS, tetapi itu tidak berarti pulau ini bisa dijual atau dicaplok," tegas Jarlov.
Ketegangan ini menambah dinamika geopolitik di Arktik, di mana Rusia dan China juga meningkatkan aktivitas strategis.
Para pengamat menilai konflik kepentingan antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa bisa memperburuk stabilitas regional jika tidak ditangani dengan diplomasi hati-hati.*