JAKARTA – Kepala NATO, Mark Rutte, menyatakan aliansi militer 32 negara tengah mencari cara memperkuat keamanan di wilayah Arktik.
Langkah ini muncul seiring ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang tidak menutup kemungkinan untuk menguasai Greenland.
"Saat ini kami sedang mengupayakan langkah-langkah praktis untuk memastikan bahwa kita benar-benar bersama-sama melindungi apa yang dipertaruhkan," kata Rutte, Senin (12/1).
Baca Juga: Situasi Iran Kian Memanas, Trump Klaim AS “Siap Membantu” Demonstran Anti-Pemerintah Trump sebelumnya mengklaim Greenland sebagai kunci strategi pertahanan AS di Arktik untuk menghadapi aktivitas militer Rusia dan China.
Ia menegaskan, wilayah otonom Denmark tersebut harus membuat kesepakatan dengan Washington agar jalur laut Arktik tetap aman dari pengaruh negara lain.
Respons NATO datang melalui diskusi intensif antaranggota aliansi, termasuk kemungkinan peluncuran misi baru di kawasan Arktik.
Namun, hingga kini, ide-ide tersebut masih berada pada tahap perencanaan awal, belum ada proposal konkret yang diajukan.
Para pemimpin Eropa secara tegas mendukung Denmark mempertahankan kedaulatan Greenland.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menekankan bahwa serangan bersenjata AS terhadap Greenland akan menjadi titik krisis bagi NATO.
Rutte menambahkan, semua sekutu menyadari pentingnya keamanan Arktik, terutama dengan terbukanya jalur laut yang memungkinkan aktivitas Rusia dan China meningkat. NATO menekankan koordinasi bersama sebagai langkah pencegahan.
Meski demikian, Trump bersikeras bahwa tekanan AS pada aliansi telah memperkuat NATO karena negara-negara Eropa kini lebih serius meningkatkan pengeluaran pertahanan.
Kasus ini menyoroti ketegangan geopolitik di Arktik, di mana kepentingan pertahanan dan sumber daya alam bersinggungan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan Eropa.*