KUALA LUMPUR — Pemerintah Malaysia menangguhkan akses terhadap chatbot kecerdasan buatan Grok, yang dikembangkan oleh perusahaan milik Elon Musk, setelah ditemukan penyalahgunaan layanan untuk menghasilkan konten pornografi berbasis AI.
Keputusan ini diumumkan oleh Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) pada Minggu, 11 Januari 2026.
Langkah Malaysia mengikuti jejak Indonesia, yang sehari sebelumnya memblokir total akses Grok.
Baca Juga: Saifullah Yusuf Menitikkan Air Mata Saat Peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru: “Ini Sejarah untuk Anak Bangsa” Regulator Malaysia menyatakan bahwa penyalahgunaan layanan berupa manipulasi gambar perempuan dan anak-anak menjadi konten seksual terjadi meski peringatan formal telah diberikan kepada X Corp dan xAI, pengembang platform tersebut.
"Tindakan ini diambil menyusul penyalahgunaan Grok secara berulang untuk menghasilkan gambar manipulasi yang cabul, eksplisit secara seksual, dan sangat menyinggung tanpa konsensus," tulis MCMC dalam pernyataan resmi, Senin, 12 Januari 2026.
MCMC menegaskan bahwa sistem keamanan Grok tidak memadai karena terlalu bergantung pada mekanisme pelaporan pengguna.
Otoritas Malaysia menambahkan bahwa akses layanan hanya akan dipulihkan setelah pengembang melakukan perbaikan sistem keamanan yang diverifikasi secara menyeluruh.
Sebelumnya, berbagai pejabat Uni Eropa dan aktivis teknologi juga menyoroti risiko Grok terkait deepfake seksual yang mengancam privasi dan keamanan publik.
Meski fitur pembuatan gambar dibatasi untuk pelanggan berbayar, kritik tetap muncul karena risiko penyalahgunaan konten seksual berbasis AI masih tinggi.
Keputusan Malaysia ini menegaskan tren global dalam mengawasi penggunaan teknologi AI yang berpotensi disalahgunakan, khususnya untuk konten eksplisit dan manipulasi digital.*
(mt/dh)