JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran tengah menghadapi masalah besar seiring gelombang protes anti-pemerintah yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih setelah bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak AS, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Penampakan Terbaru Presiden Venezuela Nicolás Maduro Usai Ditangkap di AS "Menurut saya, rakyat sedang menguasai beberapa kota yang beberapa minggu lalu tidak pernah terpikirkan sebelumnya," kata Trump.
Ia juga memperingatkan otoritas Iran untuk tidak menembak para demonstran.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memantau situasi dengan sangat cermat dan menambahkan, "Kami akan terlibat. Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka," meski menekankan bahwa ini tidak berarti pengerahan pasukan darat.
Aksi protes di Iran telah berlangsung hampir dua minggu terakhir. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi gelombang demonstrasi.
Demonstran di kota-kota besar, termasuk Teheran, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah seperti "matilah diktator", dan membakar beberapa gedung resmi.
Protes yang awalnya dipicu oleh kenaikan inflasi dan anjloknya mata uang Iran kini telah bergeser menjadi tuntutan politik.
Sementara itu, akses internet nasional diputus total oleh otoritas Iran, sebuah taktik yang kerap digunakan untuk meredam kerusuhan dan mencegah penyebaran rekaman kekerasan ke luar negeri, menurut kelompok pemantau NetBlocks.
Trump menilai aksi protes tersebut sebagai sesuatu yang "sangat luar biasa" dan "menakjubkan untuk disaksikan."
Pernyataan ini menegaskan perhatian global terhadap situasi politik dan sosial yang sedang memanas di Iran.*