JAKARTA — Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev menilai Amerika Serikat tampaknya serius membidik Greenland dan menyiratkan bahwa Kanada berpotensi menjadi target berikutnya.
Pernyataan itu disampaikan Dmitriev melalui akun media sosial X pada Selasa.
"Greenland tampaknya telah diputuskan. Uni Eropa akan terus melakukan apa yang paling dikuasai para vasal: memantau situasi dan menunjukkan standar ganda. Kanada berikutnya?" tulis Dmitriev, yang juga menjabat utusan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi internasional.
Baca Juga: Sekjen PBB Peringatkan Preseden Berbahaya Usai AS Tangkap Maduro Pernyataan tersebut merespons komentar Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller yang mempertanyakan legitimasi kedaulatan Denmark atas Greenland.
Dalam wawancara dengan CNN, Miller menolak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat untuk menganeksasi wilayah otonom tersebut.
Kontroversi kian menguat setelah Katie Miller, istri Stephen Miller, mengunggah gambar peta Greenland berwarna bendera Amerika Serikat dengan keterangan "SEGERA" di platform X.
Unggahan itu muncul hanya beberapa jam setelah laporan mengenai intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat Jesper Moller Sorensen menegaskan bahwa negaranya mengharapkan penghormatan penuh terhadap integritas teritorial Kerajaan Denmark.
Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut unggahan tersebut sebagai tindakan yang tidak sopan.
Isu Greenland bukan kali pertama mencuat dalam politik Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau di kawasan Arktik itu seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat dengan alasan kepentingan strategis, keamanan nasional, dan kehadiran NATO di wilayah tersebut.
Trump juga pernah melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat, pernyataan yang kala itu menuai kecaman dari Ottawa dan sekutu Washington.*