JAKARTA — Sehari setelah operasi militer Amerika Serikat menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang memicu spekulasi global.
Kali ini, Trump menyoroti tiga wilayah sekaligus: Greenland, Kuba, dan Kolombia, negara dan kawasan yang dinilai memiliki nilai strategis dalam peta kekuatan Washington di Belahan Barat.
Pernyataan Trump diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, yang menegaskan bahwa pemerintah AS tidak berniat berhenti pada Venezuela.
Baca Juga: Dituduh Bandar Kokain, Presiden Kolombia Balas Ancaman Trump Sikap tersebut memperlihatkan sinyal bahwa Gedung Putih siap memainkan peran yang lebih agresif dan dominan di kawasan Amerika dan sekitarnya.
Greenland Dinilai Krusial bagi Keamanan AS
Dalam keterangannya kepada wartawan di pesawat kepresidenan saat kembali ke Washington dari Florida, Trump kembali menggulirkan wacana pengambilalihan Greenland.
Ia berdalih pulau Arktik itu penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
"Greenland saat ini sangat strategis. Ada kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," kata Trump, seperti dikutip Associated Press, Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Trump, Denmark, yang berdaulat atas Greenland, tidak mampu menjamin keamanan wilayah tersebut.
Ketika ditanya soal kemungkinan keterkaitan antara operasi militer AS di Venezuela dan ambisi terhadap Greenland, Trump menjawab ambigu.
"Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu," ujarnya.
Dalam Dokumen Strategi Keamanan Nasional yang dirilis bulan lalu, Trump secara eksplisit menyebut pemulihan "keunggulan Amerika di Belahan Barat" sebagai pilar utama masa jabatan keduanya.