NEW YORK, AMERIKA SERIKAT – Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengkritik keras tindakan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya oleh militer Amerika Serikat (AS).
Menurut Mamdani, penangkapan tersebut adalah pelanggaran terhadap hukum federal dan internasional.
Melalui unggahannya di platform X (Twitter), Mamdani menyampaikan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangkap Maduro dan menyeretnya ke New York menyalahi prinsip-prinsip hukum internasional.
Baca Juga: Pencarian Anak Pelatih Valencia: Polisi Lanjutkan Operasi Hingga 7 Januari "Menyerang negara berdaulat secara sepihak adalah tindakan perang dan pelanggaran hukum federal dan internasional," tegas Mamdani, Minggu (4/1/2026).
Mamdani juga menyoroti dampak dari penangkapan tersebut terhadap warga New York, khususnya komunitas Venezuela yang tinggal di kota ini.
"Penangkapan Maduro bukan hanya berisiko memperburuk situasi di luar negeri, tetapi juga berpotensi memengaruhi lebih dari puluhan ribu warga Venezuela yang tinggal di New York," ujar Mamdani, yang juga mengungkapkan bahwa ia tetap fokus pada keselamatan warga kotanya.
Penangkapan Maduro dan Reaksi AS
Penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya oleh militer AS terjadi dalam konteks ketegangan politik yang terus berkembang antara AS dan Venezuela. Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mengambil alih kepemimpinan transisi sementara di Venezuela.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh Gedung Putih, Maduro tampak diapit oleh petugas Badan Penegakan Narkoba (DEA) dan mengenakan jaket hoodie hitam.
Di video tersebut, yang diperoleh oleh CNN Internasional, Maduro terlihat berjalan di lorong sebuah gedung di New York sebelum akhirnya diproses di kantor DEA di Manhattan.
Trump menyebut penangkapan ini sebagai bagian dari upaya untuk menggulingkan rezim Maduro, yang dianggapnya telah merusak Venezuela.
Mamdani Fokus pada Keselamatan Warga