DILLI - Ribuan anak muda dan mahasiswa di Timor Leste turun ke jalan memprotes keputusan parlemen yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, Senin (15/9/2025). Aksi besar-besaran itu berpusat di depan Gedung Parlemen Nasional dan Universitas Nasional Timor Lorosa'e (UNTL), Dili.Kericuhan pecah setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang membakar ban dan merusak fasilitas gedung pemerintah. Beberapa demonstran juga sempat membentangkan bendera One Piece sebagai simbol perlawanan, mirip dengan aksi mahasiswa di Indonesia beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kesenjangan Ekonomi Meningkat, Ekonom Soroti Usulan Tunjangan Rumah DPR Protes bermula dari rencana parlemen membeli mobil mewah untuk 65 anggotanya. Kebijakan ini memicu amarah publik karena kondisi ekonomi negara tengah terpuruk, sementara sebagian besar rakyat masih kesulitan mengakses pendidikan, air bersih, dan sanitasi yang layak."Kami mulai protes ketika mereka memutuskan membeli mobil. Tapi ini meledak karena orang sudah lelah dengan semua ini. Rakyat menderita, tapi pejabat hidup berlebihan," ujar Cezario Cesar, mahasiswa berusia 30 tahun yang memimpin aksi, dikutip dari BBC.Selain menolak pembelian mobil mewah, mahasiswa juga menyoroti kesenjangan sosial. Saat ini, gaji anggota parlemen Timor Leste mencapai 36.000 dolar AS (sekitar Rp592 juta) per tahun, lebih dari 10 kali lipat rata-rata pendapatan tahunan warga yang hanya sekitar 3.000 dolar AS (Rp49 juta)."Ini bukan hanya soal mobil, tapi soal ketidakadilan," lanjut Cesar.Meski situasi di Dili dilaporkan mulai kondusif, para mahasiswa menegaskan akan terus mengawal tuntutan hingga parlemen resmi membatalkan rencana pengadaan mobil mewah. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili pun mengimbau seluruh WNI di Timor Leste untuk menjauhi titik-titik aksi dan tetap tenang.