Kathmandu – Nama
Avishkar Raut, remaja berusia 16 tahun, kini menjadi pusat perhatian publik internasional setelah pidatonya bertajuk "
Jai Nepal" viral di berbagai platform media sosial sejak Maret 2025 lalu.Pidato penuh semangat itu disampaikan dalam sebuah acara sekolah di Holy Bell English Secondary School, atau yang juga dikenal sebagai Everlasting Imperial Institute. Di hadapan teman-teman dan para guru, Avishkar menyuarakan kritik tajam terhadap korupsi, ketimpangan sosial, pengangguran, hingga kehidupan mewah para elit politik Nepal."Ibu kami telah melahirkan dan membesarkan kami. Apa yang dimintanya sebagai balasan? Hanya kejujuran, kerja keras, dan kontribusi kami," seru Avishkar dalam salah satu kutipan yang paling viral dari pidatonya.
Baca Juga: Tak Bisa Disuap, AI Diella Jadi Menteri Pengadaan Publik Albania? Tak lama setelah video pidato tersebut tersebar, ribuan warga—terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa—turun ke jalan. Aksi protes besar-besaran meledak di Kathmandu, dengan
Avishkar Raut muncul sebagai pemimpin lapangan dalam banyak aksi.Demonstrasi yang semula damai berkembang menjadi gelombang kemarahan rakyat. Situasi kian memanas dan berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri KP Sharma Oli, serta beberapa pejabat tinggi lainnya. Bahkan gedung parlemen dilaporkan sempat dibakar oleh massa.Avishkar kini bukan hanya viral, tetapi juga menjadi simbol perjuangan generasi muda Nepal untuk melawan ketidakadilan dan menuntut reformasi.Netizen menjulukinya "
Jai Nepal", terinspirasi dari judul pidatonya yang membangkitkan semangat kebangsaan. Tak sedikit pula yang membandingkan karisma orasinya dengan Adolf Hitler, karena intensitas dan pengaruh emosionalnya yang kuat—meski dalam konteks perjuangan damai dan keadilan.Video pidato Avishkar terus disebarluaskan hingga saat ini, termasuk rekaman terbaru saat ia dikelilingi pelajar muda dalam aksi demonstrasi di pusat kota. Ia kini menjadi ikon antikorupsi dan suara dari generasi yang menolak untuk diam.