Beirut – Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel kembali meningkat setelah militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah
Burj Qalawiyah, Lebanon selatan, pada Minggu (15/9/2025). Serangan ini menewaskan satu orang, menurut pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan Lebanon yang dikutip oleh AFP."Serangan musuh Israel terhadap sebuah mobil di kota
Burj Qalawiyah menewaskan satu orang," ujar pihak kementerian dalam laporan singkatnya.
Baca Juga: Batu Bara Mencengkam!!! Geng Motor Bersenjata Serang Kafe di Kuala Tanjung, Warga Nyaris Kehilangan Nyawa Serangan ini menyusul insiden serupa pada Jumat lalu, di mana satu orang juga dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di kota
Aitaroun, wilayah lain yang kerap menjadi target operasi militer karena kehadiran kelompok
Hizbullah.Meskipun gencatan senjata sempat tercapai pada November tahun lalu dan meredakan lebih dari setahun permusuhan, militer Israel terus melakukan operasi militer terhadap
Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung oleh Iran.Di tengah kekhawatiran eskalasi lebih lanjut dan meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat, pemerintah Lebanon mengambil langkah signifikan. Beirut kini tengah menyusun rencana untuk melucuti senjata
Hizbullah, terutama di wilayah selatan Lebanon yang berbatasan langsung dengan Israel.Menurut sumber resmi pemerintah, tentara Lebanon diberi waktu tiga bulan untuk menyelesaikan proses pelucutan senjata kelompok
Hizbullah di wilayah perbatasan.Langkah ini menandai perubahan besar dalam dinamika politik dan keamanan Lebanon, mengingat
Hizbullah selama bertahun-tahun dianggap sebagai kekuatan militer paling dominan di negara tersebut—bahkan melebihi kekuatan resmi tentara nasional.