Kathmandu, Nepal – Situasi di ibu kota Nepal, Kathmandu, dan sejumlah wilayah lainnya berangsur normal setelah beberapa hari dilanda kerusuhan dan ketegangan politik. Pemerintah mencabut jam malam dan perintah pembatasan yang sebelumnya diberlakukan menyusul aksi protes besar-besaran yang dipicu oleh larangan media sosial dan dugaan korupsi.Perkembangan ini terjadi sehari setelah
Sushila Karki—mantan Ketua Mahkamah Agung—dilantik sebagai Perdana Menteri sementara, menjadikannya perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Nepal.
Baca Juga: Militer Nepal Tegaskan Komitmen Demokrasi, Gen Z Pimpin Perubahan Politik Pasca Pengunduran Diri PM Oli Toko dan Jalanan Kembali RamaiPada Sabtu (13/9/2025), toko-toko, swalayan, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan telah dibuka kembali. Lalu lintas di sejumlah jalan utama di Kathmandu pun berangsur lancar, menunjukkan kembalinya aktivitas warga ke kondisi normal."Sudah tidak ada perintah pembatasan atau jam malam hari ini," ujar juru bicara Angkatan Darat Nepal, seperti dikutip dari NDTV.
Bersih-bersih PascakerusuhanPemerintah meluncurkan gerakan bersih-bersih di berbagai lokasi penting, termasuk gedung pemerintahan yang sebelumnya dirusak dan dibakar oleh demonstran. Aksi ini merupakan bagian dari pemulihan pasca kerusuhan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.