MEDAN – Untuk pertama kalinya dalam sejarah,
Nepal resmi memiliki
perdana menteri perempuan. Mantan Ketua Mahkamah Agung
Nepal, Sushila
Karki, dilantik sebagai
perdana menteri sementara pada Jumat (12/9/2025), menyusul kerusuhan besar yang mengguncang ibu kota dan menewaskan puluhan orang.Pelantikan
Karki dilakukan melalui upacara singkat di Kathmandu setelah tercapainya kesepakatan antara Presiden
Nepal Ram Chandra Poudel dan perwakilan kelompok demonstran antikorupsi.
Baca Juga: Barang Mewah Para Koruptor Dilelang KPK! Cek Jadwal dan Cara Daftarnya di Sini! Proses tersebut difasilitasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat
Nepal, dan melalui serangkaian konsultasi hukum intensif."Pengangkatan ini menjadi langkah penting menuju transisi damai dan pemulihan
demokrasi," demikian pernyataan resmi Kantor Presiden.
Karki akan memimpin pemerintahan transisi hingga pemilu umum yang dijadwalkan pada 5 Maret 2026, menggantikan PM KP Sharma Oli yang mengundurkan diri usai gelombang
unjuk rasa nasional.
Nepal dilanda kerusuhan hebat sejak Senin (8/9/2025), dipicu oleh ketimpangan sosial dan korupsi yang memburuk, terutama di kalangan pejabat tinggi. Ketegangan meningkat tajam ketika pemerintah memutus akses ke 26 platform media sosial, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Facebook.