MEDAN — Aktivis konservatif dan pendukung setia mantan Presiden Donald Trump, Charlie Kirk, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak dalam sebuah insiden penembakan saat menjadi pembicara di acara kampus Universitas Utah Valley, Rabu siang (10/9/2025) waktu setempat.
Menurut laporan BBC dan AFP, penembakan terjadi ketika Kirk tengah menjawab pertanyaan dari mahasiswa di forum kampus.
Rekaman video dari lokasi memperlihatkan suasana panik sesaat setelah suara tembakan terdengar dan Kirk jatuh tersungkur.
Juru bicara Universitas Utah Valley, Ellen Trean, mengonfirmasi bahwa tembakan dilepaskan dari sebuah gedung yang berada sekitar 200 yard (sekitar 182 meter) dari tempat acara berlangsung.
"Sekitar pukul 12.20 siang, terdengar suara tembakan dari sebuah gedung sekitar 200 yard dari pembicara. Sepengetahuan kami, yang bersangkutan terkena tembakan dan segera dibawa petugas keamanannya," ujar Trean dalam pernyataan resmi.
Menurut perwakilan Turning Point USA, organisasi konservatif yang dipimpin Kirk, pria berusia 31 tahun itu terkena tembakan di bagian leher dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
"Dia tertembak di leher. Dia berada di rumah sakit. Kondisinya sangat buruk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia," kata Marina Minas, Kepala Pemasaran Turning Point USA, kepada CBS News.
Insiden ini memicu kepanikan di lokasi. Mahasiswa dan peserta forum terlihat berhamburan meninggalkan tempat acara.
Pihak keamanan kampus segera mengevakuasi area dan meminta semua orang meninggalkan lokasi.
"Ayo! Lari, lari, lari!" terdengar dalam rekaman video dari lokasi, menunjukkan suasana mencekam saat penembakan terjadi.
Pihak kepolisian kampus dan kepolisian setempat saat ini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif penembakan.