YORDANIA -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan kedekatan lamanya dengan Raja Yordania Abdullah II dalam kunjungannya ke Amman, Minggu (13/4).
Persahabatan keduanya terjalin sejak masih muda dan terus berlanjut hingga kini, ketika Prabowo telah resmi menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.
"Memang kami sahabat lama, waktu kami masih muda. Sekarang masih berjiwa muda, tetapi kami bersahabat," ujar Presiden Prabowo di Pangkalan Udara Marka, Yordania, sebelum kembali ke Jakarta, Senin (14/4) sore waktu setempat.
Prabowo dan Raja Abdullah II merupakan alumni dari sekolah militer elite Amerika Serikat, Ranger School di Fort Benning.
Pertemuan pertama mereka terjadi pada 4 Desember 1995 saat pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal Kopassus.
Sejak saat itu, hubungan persahabatan mereka kian erat, termasuk saat Prabowo memilih tinggal di Yordania pada 1998.
Saat itu, Prabowo mendapat sambutan terhormat dan bahkan ditawari kewarganegaraan oleh Yordania, namun ia tetap memilih untuk setia sebagai warga negara Indonesia.
Kunjungan resmi ke Yordania menjadi momen istimewa dalam rangkaian lawatan Presiden Prabowo ke lima negara di Timur Tengah.
Raja Abdullah II langsung menyambut Prabowo di apron Lanud Marka, dan keduanya tampak akrab berbincang sambil berjabat tangan hangat.
Raut bahagia terlihat jelas dari kedua pemimpin negara tersebut.
Upacara jajar pasukan digelar untuk menyambut kedatangan Presiden Prabowo, yang kemudian bersama Raja Abdullah II memeriksa pasukan sebelum masuk ke dalam kendaraan yang dikemudikan sendiri oleh sang raja.