Whasington dc -Gelombang protes besar-besaran mengguncang showroom Tesla di seluruh Amerika Serikat hingga Eropa pada Sabtu (29/3/2025).
Warga AS menggelar unjuk rasa dengan tuntutan agar Elon Musk, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) dalam pemerintahan Donald Trump, mundur dari posisinya.
Ribuan orang berkumpul di depan 277 dealer dan pusat layanan Tesla di AS. Mereka menggelar protes dengan membawa spanduk bertuliskan "Lawan miliarder otoriter" dan "Klakson jika benci Elon," serta meneriakkan tuntutan agar Musk mengundurkan diri.
Di beberapa lokasi seperti New Jersey, Massachusetts, New York, Texas, dan lainnya, massa terus mendesak agar Musk mundur, menuntut transparansi dan akuntabilitas dari salah satu orang terkaya di dunia ini.
Tidak hanya di Amerika Serikat, protes juga merambah ke Eropa. Puluhan demonstran di London menggelar aksi serupa dengan membawa poster yang membandingkan Musk dengan diktator Nazi, Adolf Hitler.
Pengemudi mobil yang lewat membunyikan klakson mereka sebagai tanda dukungan terhadap gerakan ini.
Di tengah aksi yang berlangsung, beberapa figur publik dan politisi ikut menyuarakan protes.
Aktor John Cusack bergabung dengan seruan boikot terhadap Tesla, sementara anggota Kongres dari Partai Demokrat, Jasmine Crockett, mendorong para demonstran untuk terus memperjuangkan tujuan mereka. "Kalian harus terus berteriak di jalan," kata Crockett dalam sebuah pertemuan daring dengan para demonstran.
Tidak hanya itu, anggota Kongres lainnya dari Seattle, Pramila Jayapal, ikut terlibat dalam aksi di kotanya dan menyebut kepemimpinan Elon Musk di DOGE sebagai ancaman terhadap demokrasi.
Meski dimaksudkan untuk menjadi aksi damai, protes ini di beberapa lokasi berujung pada kericuhan. Di Watertown, Massachusetts, sebuah truk dilaporkan menabrak dua demonstran.
Polisi melaporkan bahwa tidak ada korban luka serius dalam insiden tersebut. Di Jerman barat laut, tujuh mobil Tesla juga dilaporkan terbakar dalam kejadian yang saat ini masih diselidiki oleh kepolisian setempat.
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, mengecam aksi-aksi yang dianggapnya sebagai "terorisme domestik." Meski demikian, tokoh-tokoh gerakan Tesla Takedown menegaskan bahwa aksi mereka tetap harus dijaga dalam koridor damai, meskipun gelombang emosi di lapangan semakin sulit dikendalikan.