MYANMAR -Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Myanmar tengah pada Jumat (28/3/2025). Guncangan kuat dirasakan hingga ke negara-negara tetangga, termasuk Thailand dan Tiongkok.
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan besar serta korban jiwa dan luka-luka di berbagai wilayah.
Penyebab Gempa di Myanmar
Berdasarkan analisis para ahli, gempa yang terjadi di Myanmar disebabkan oleh aktivitas Sesar Besar Sagaing, sebuah patahan tektonik utama di Myanmar.
Patahan ini membentang dari utara ke selatan, memisahkan bagian barat Myanmar yang bergerak ke utara bersama Lempeng Hindia, sementara bagian timurnya tetap bergabung dengan Lempeng Eurasia.
Pergerakan horizontal antara kedua lempeng ini menimbulkan tekanan yang kemudian dilepaskan dalam bentuk gempa bumi yang sangat besar.
Sesar Sagaing telah lama dikenal sebagai sumber gempa kuat di Myanmar, dengan riwayat aktivitas gempa besar yang terus memengaruhi wilayah tersebut.
Gempa sebelumnya yang terjadi pada tahun 1930 dan 1956 juga tercatat berkekuatan lebih dari 7,0 magnitudo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa kerak dangkal, yang biasanya lebih merusak karena pusat gempanya berada dekat dengan permukaan bumi. Aktivitas patahan ini terus dipantau untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.
Dampak Gempa di Myanmar dan Negara Tetangga
Di Myanmar, terutama di Mandalay, banyak bangunan yang runtuh, termasuk tempat-tempat ibadah yang menyebabkan korban jiwa.