JAKARTA – Pada bulan suci Ramadan, Polres Metro Jakarta Selatan mengumumkan penurunan signifikan dalam angka kejahatan di wilayah tersebut. Namun, di tengah berkurangnya jumlah kasus, fenomena perang ‘sarung’ antar-kelompok remaja menjadi sorotan utama.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, menyatakan bahwa terdapat penurunan sebesar 16% dalam jumlah kasus kriminal selama Ramadan. Data menunjukkan penurunan dari 200 kasus pada minggu ke-10 tahun 2024 menjadi 168 kasus pada minggu ke-11.
Namun demikian, perang sarung menjadi tren yang masih menonjol di tengah suasana Ramadan yang sakral. Ade Rahmat mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai kegiatan preemtif dan preventif, termasuk himbauan kepada orang tua dan patroli berskala besar.
“Kami mengajak para orang tua untuk bersama-sama mengawasi anak-anak yang sering bermain di wilayah Jakarta Selatan, termasuk dalam aktivitas perang sarung, dan melakukan patroli rutin untuk mencegah terjadinya kriminalitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Polres Jaksel menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti Maklumat Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, terkait pelanggaran selama Ramadan. Tindakan tegas telah diambil terhadap pelanggar aturan tersebut, seperti penindakan terhadap pengendara motor yang melakukan kebut-kebutan pada malam hari menjelang sahur.
Dengan demikian, walaupun terjadi penurunan kasus kriminal selama Ramadan, Polres Metro Jakarta Selatan tetap fokus dalam menanggulangi fenomena perang sarung dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
(AS)