TANGGERANG SELATAN – Dalam menghadapi potensi peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri, Polsek Pondok Aren Tangerang Selatan tidak tinggal diam. Mereka mengambil langkah preventif dengan berkeliling ke pasar-pasar tradisional, menjadi penjaga terhadap kewaspadaan para pedagang terhadap ancaman tersebut.
Menurut Kapolsek Pondok Aren, Kompol Bambang Askar Sodiq, pasar-pasar tradisional kerap menjadi sasaran empuk bagi penyebaran uang palsu. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya alat khusus yang dimiliki oleh pedagang untuk memverifikasi keaslian uang yang diterima.
Dengan kesadaran akan potensi tersebut, pihak kepolisian telah menurunkan personelnya ke pasar-pasar tersebut, memberikan himbauan kepada para pedagang agar selalu mewaspadai peredaran uang palsu. Mereka juga mengingatkan agar pedagang selalu melakukan pemeriksaan keaslian uang yang mereka terima dengan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
Namun, upaya kepolisian tidak hanya sebatas di pasar tradisional. Mereka juga memantau aktivitas di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mencegah praktik kecurangan yang merugikan konsumen. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap isu-isu yang viral di media sosial belakangan ini terkait potensi kecurangan volume BBM di SPBU.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, Polsek Pondok Aren Tangerang Selatan berupaya untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi momen penting seperti Hari Raya Idul Fitri. Semua tindakan yang diambil didasari oleh komitmen untuk memberikan perlindungan yang optimal kepada warga masyarakat dari berbagai ancaman dan potensi kerugian.
(AS)