DELI SERDANG - Polda Sumatera Utara (Sumut) mengamankan tiga orang terkait kasus penembakan yang menewaskan seorang pria berinisial DN di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Ketiganya masih berstatus sebagai saksi, sedangkan orang yang diduga menjadi otak penembakan masih dalam pencarian polisi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan membenarkan bahwa kasus tersebut telah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut. Polisi masih mendalami perkara untuk mengungkap peran masing-masing pihak.
"Iya, memang benar beberapa waktu lalu terjadi penembakan terhadap salah seorang yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Deli Serdang. Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani oleh Ditreskrimum Polda Sumut, kami sudah mengamankan tiga orang," ujar Ferry, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: Isi Hati Istri Korban Pertikaian di Deli Serdang: Harapkan Keadilan Usai Suami Meninggal Dunia Ferry menegaskan, ketiga orang yang diamankan tersebut belum berstatus tersangka.
"Saat ini statusnya masih sebagai saksi," ucapnya.
Meski telah mengamankan tiga orang, polisi masih memburu pelaku utama yang diduga menjadi otak penembakan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Menurut Ferry, terduga pelaku utama masih dalam pencarian petugas. Polisi juga terus mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap peran pihak-pihak yang terlibat.
"Iya, untuk pelaku utamanya, yang saat ini dianggap sebagai otak pelaku, masih dalam pencarian petugas," ujarnya.
Polisi belum mengungkap secara terperinci identitas ketiga orang yang diamankan maupun peran mereka dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya, seorang pria berinisial DN dilaporkan tewas setelah diduga ditembak di dalam mobil di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (18/10/2026) malam.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, berdasarkan informasi awal, penembakan terjadi di dalam mobil yang ditumpangi korban. Pelaku kemudian melarikan diri.
"Informasinya, itu penembakan di dalam mobil antara sesama ormas (satu ormas)," kata Ferry saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026).