JAKARTA — Direktur sekaligus pemilik PT Zahra Oto Mandiri atau Uhud Tour, Khalid Zeed Abdullah Basalamah, mengaku percaya terhadap tawaran pemberangkatan haji khusus yang disampaikan Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata, Ibnu Mas'ud, untuk keberangkatan pada 2024.
Khalid mengatakan, ia menerima tawaran tersebut karena menganggap skema penggunaan kuota haji khusus yang ditawarkan Ibnu Mas'ud merupakan mekanisme resmi yang dapat digunakan untuk memberangkatkan jemaah pada tahun yang sama.
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, PKS Soroti Keracunan MBG hingga Polemik Ijazah "Seingat saya bahasanya itu ada visa yang bisa digunakan resmi," kata Khalid saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji khusus tambahan 2023–2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Khalid menjelaskan, sebelum menerima tawaran tersebut, pihak Uhud Tour telah membayar biaya pemberangkatan jemaah menggunakan visa furoda atau visa mujamalah.
Namun, Ibnu Mas'ud kemudian menawarkan skema pemberangkatan melalui kuota haji khusus yang memungkinkan jemaah berangkat pada tahun yang sama tanpa harus menunggu antrean berdasarkan nomor porsi.
Menurut Khalid, salah satu alasan dirinya mempercayai tawaran tersebut adalah status PT Muhibbah Mulia Wisata yang telah memiliki izin sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
"Justru karena dia sudah punya PIHK, maka kami lebih percaya lagi karena PIHK pasti punya kuota," ujarnya.
Khalid mengatakan, saat itu PT Zahra Oto Mandiri masih tergolong perusahaan baru sehingga belum dapat mengurus kuota haji sendiri.
Karena itu, ia menerima tawaran agar pemberangkatan jemaah dilakukan melalui PT Muhibbah Mulia Wisata.
Setelah menyepakati tawaran tersebut, pihak Uhud Tour menarik dana yang sebelumnya telah dibayarkan untuk visa furoda dan mengalihkannya sebagai pembayaran skema pemberangkatan haji khusus melalui perusahaan milik Ibnu Mas'ud.
Khalid menyebut pihaknya memahami pembayaran sebesar 4.500 dolar Amerika Serikat (AS) per jemaah sebagai biaya visa haji khusus yang dapat digunakan untuk berangkat pada 2024.