LABUHANBATU – Video yang memperlihatkan dugaan penembakan dan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial RA di perkebunan kelapa sawit PT Milano, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, yang mendatangi kawasan perumahan perkebunan untuk mencari pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini menjadi perhatian setelah RA, yang diduga mengambil berondolan sawit, diamankan petugas keamanan perusahaan.
Baca Juga: Enam Bulan Disidik, Kejati Sumut Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai Namun, setelah keluar dari area perkebunan, pria tersebut ditemukan warga dalam kondisi terluka.
Berdasarkan informasi yang beredar, RA kemudian dibawa ke Puskesmas Labuhanbilik untuk mendapatkan pertolongan medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka robek di bagian kepala yang diduga akibat benda tumpul. Ia juga dilaporkan mengalami luka tembak di bagian pinggang dan paha kanan.
Karena mengalami sejumlah luka, RA selanjutnya dirujuk ke rumah sakit di Rantauprapat untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Dugaan penembakan dan penganiayaan tersebut memicu reaksi warga.
Puluhan orang mendatangi salah satu perumahan di kawasan perkebunan PT Milano untuk mempertanyakan keberadaan pihak yang diduga terlibat dalam insiden itu.
Menanggapi kejadian tersebut, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Utara memeriksa seorang oknum polisi yang diduga terlibat dalam penanganan kasus tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap anggota kepolisian itu sedang berlangsung.
"Iya benar lagi diperiksa di Propam (Polda Sumut)," katanya, Selasa (13/10/2026).