PADANG -Kejadian memalukan menimpa tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mentawai, Sumatera Barat, yang baru dilantik. Mereka ditangkap pihak kepolisian karena terlibat dalam pesta narkoba di sebuah hotel di Padang, Jumat (20/9) dini hari. Penangkapan ini terjadi saat mereka sedang mengikuti masa orientasi sebagai anggota dewan baru.
Berdasarkan informasi dari Kasat Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, penangkapan berlangsung di Hotel Truntum sekitar pukul 01.00 WIB. Selain ketiga anggota dewan, seorang kontraktor berinisial AA juga turut ditangkap. “Empat orang diamankan, di antaranya tiga anggota DPRD saat berada di dalam kamar hotel,” ungkap Martadius.
Kronologi Penangkapan
Penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas di hotel tersebut. Tim kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku. AA ditangkap terlebih dahulu di sebuah rumah di Jalan Parak Gadang Raya, dan saat penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu.
Setelah ditangkap, AA mengarahkan petugas kepada teman-temannya yang berada di Hotel Truntum. Di kamar 313, polisi menemukan MS, SY, dan MS, serta barang bukti berupa dua paket kecil sabu dan satu alat hisap (bong). Mereka diduga telah menggunakan sabu bersama-sama.
Identitas Tersangka
Ketiga anggota DPRD yang ditangkap adalah MS (51) dari Partai Hanura, SY (55) dari Partai Nasdem, dan MS (54) dari Partai Gerindra. Sementara itu, AA (52) merupakan rekan dari SY. Keempat tersangka kini ditahan di Mapolresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Respons Pimpinan DPRD
Ketua Sementara DPRD Mentawai, Ibrani Sababalat, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan keprihatinannya. “Saya sebagai pimpinan sementara sangat prihatin dan mohon maaf atas kejadian ini,” ujar Ibrani. Ia menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Ibrani menjelaskan bahwa orientasi untuk 19 anggota DPRD yang dilantik pada 2 September 2024 berlangsung sejak 16 hingga 20 September. “Jumat siang, saya mendapat informasi tentang penangkapan mereka,” tambahnya.
Akibat dan Pembelajaran
Peristiwa ini bukan hanya memalukan bagi para anggota dewan, tetapi juga berpotensi merusak citra lembaga legislatif di daerah. Penangkapan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama dalam menjaga integritas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Polisi kini menunggu hasil tes urine untuk memastikan keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan narkoba. “Hasilnya akan keluar pada Senin mendatang,” tutup Martadius.
Penangkapan ini menambah daftar panjang kasus narkoba yang melibatkan oknum pejabat publik, menciptakan keprihatinan mendalam di masyarakat tentang moral dan etika para pemimpin mereka.
(N/014)