MEDAN – Jika sebelumnya publik hanya menduga, kini bukti tertulisnya ada di tangan redaksi. Data Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat akuntan SPPG Medan Tembung 3 versus realisasi pembelian bahan baku yang dilakukan pihak yayasan menunjukkan jurang selisih yang fantastis dan sistematis.
SPPG Medan Tembung 3 yang dikelola Yayasan Atifa Maju Mandiri, yang beralamat di Jalan Letda Sujono No. 74 Medan Tembung, diduga kuat melakukan mark-up harga bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 3-20 Agustus 2026. Total dugaan mark-up dari 21 item mencapai Rp 19.361.000.
MODUS LICIK: BERAT TURUN, HARGA NAIK GILA-GILAANSenin, 3 Agustus 2026 menjadi pembuka kebobrokan. Dalam RAB, akuntan menetapkan ayam potong 176 Kg dengan harga Rp 5.280.000. Namun realisasi pembelian hanya 160 Kg, tapi dibayar Rp 7.360.000.
Baca Juga: Gempar Mayat Terborgol Dikaitkan Dapur MBG di Kendal, BGN Langsung Pasang Badan Logika dagang mana yang barang berkurang 16 Kg, harga malah membengkak Rp 2.080.000?
Masih di hari yang sama, jeruk 175 Kg RAB Rp 3.150.000, direalisasikan 216 Kg seharga Rp 4.968.000. Mark-up Rp 1.818.000.
Puncaknya pada Selasa, 4 Agustus. Ikan Nila 223 Kg RAB Rp 7.136.000, realisasi hanya 220 Kg tapi disulap menjadi Rp 9.460.000. Mark-up Rp 2.324.000, tertinggi dari semua item.
BERAS: LADANG CUAN HARIAN RP 200 RIBUYang paling menjijikkan adalah permainan beras. Hampir setiap hari, pola mark-up Rp 200.000 terjadi konsisten.
Senin 3 Agustus: RAB 100 Kg Rp 1,7 juta -> realisasi 100 Kg Rp 1,9 juta (diduga mark-up Rp 200 ribu)Selasa 4 Agustus: Pola sama, mark-up Rp 200 ribuRabu 5 Agustus: Pola sama, mark-up Rp 200 ribuKamis 6 Agustus: Pola sama, mark-up Rp 200 ribuJumat 7 Agustus: Pola sama, mark-up Rp 200 ribuRabu 19 Agustus: 103 Kg RAB Rp 1.751.000 -> realisasi Rp 1.957.000 (mark-up Rp 206.000)Kamis 20 Agustus: 107 Kg RAB Rp 1.751.000 -> realisasi Rp 2.033.000 (mark-up Rp 282.000)
Jika dalam 7 hari kerja saja ada 7 kali mark-up beras, berapa miliar setahun jika 1 SPPG melayani 3.500 porsi per hari?
SUSU FULL CREAM Rp 1,7 JUTA & KAITAN DENGAN OPAO Rp 3 MILIARKamis, 6 Agustus, susu anak sekolah full cream 1.742 kotak RAB Rp 6.079.000, direalisasikan Rp 7.839.000. diduga mark-up Rp 1.760.000. Padahal, di lapangan, SPPG ini diduga memakai minuman rasa susu Opao impor Thailand yang harganya jauh lebih murah dan sudah dilarang keras oleh BGN per 8 September 2026.
BGN tegas: minuman rasa susu dilarang dalam MBG. Jika yang dibeli Opao Rp 1.500 per kotak tapi diklaim susu full cream Rp 4.500 per kotak, kemana selisih Rp 3.000 x 1.742 kotak itu mengalir? Dugaan borong Opao Rp 3 miliar yang beredar di kalangan supplier makin menguatkan dugaan.