MEDAN — Tim Khusus (Timsus) JCS bersama Tim Opsnal Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan menangkap delapan orang yang disebut sebagai anggota geng motor SAVADOR 424 MEDAN.
Mereka diamankan setelah diduga terlibat aksi tawuran menggunakan senjata tajam yang meresahkan masyarakat.
Penangkapan tersebut dipimpin Kanit Resmob Polrestabes Medan IPTU Ramadhani Bimo Setiadi, S.Tr.K., M.H., CPHR., CBA., bersama Panit Luar Resmob IPDA Richard Derio Siahaan, S.H.
Baca Juga: Gaet Petenis Asing Hingga Legenda Yayuk Basuki, Rico Waas All Out Dukung TennisFest Medan 2026 Polisi melakukan penangkapan setelah menindaklanjuti laporan masyarakat dan video aksi geng motor yang viral di media sosial.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan IPTU Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan aksi tawuran yang menjadi dasar penyelidikan terjadi di Jalan Dr. Mansyur, Kecamatan Medan Sunggal, tepatnya di depan Raz Hotel and Convention, pada Selasa dini hari, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 01.20 WIB.
"Berdasarkan serangkaian penyelidikan dan pengembangan di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan delapan orang anggota geng motor Salvador 424 dari berbagai lokasi berbeda di wilayah Medan Sunggal," ujar IPTU Ramadhani Bimo Setiadi.
Pengungkapan kasus bermula dari penangkapan seorang berinisial ANZ, 15 tahun, di kediamannya di Jalan Jati, Gang Kutilang 1, Kecamatan Sunggal.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan satu celurit yang disimpan di atas lemari.
Dari pemeriksaan dan pengembangan, polisi kemudian menangkap tujuh orang lainnya di sejumlah lokasi.
Petugas juga menemukan sejumlah senjata tajam yang disebut disembunyikan di beberapa tempat, termasuk rumah kosong dan di bawah kasur salah satu rekan mereka yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO) berinisial Yajid.
Delapan orang yang diamankan masing-masing berinisial ANZ, 15 tahun, pelajar; RSP, 17 tahun, pelajar; AKH, 20 tahun, mahasiswa; FMG, 16 tahun, pelajar; SP, 20 tahun, pekerja mebel; DT, 18 tahun; JOH, 18 tahun, pelajar; dan EYS, 19 tahun.
Polisi menyebut para terduga anggota geng motor tersebut berasal dari sejumlah kawasan di Kecamatan Sunggal dan sekitarnya.