JAKARTA — Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan patroli di wilayah Jakarta dan sekitarnya, terutama setelah ditemukannya tujuh mayat di Kali Bekasi, yang diduga terkait dengan tawuran antar kelompok. Upaya ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa patroli oleh aparat kepolisian tidak akan surut. “Tentunya patroli akan terus kita gencarkan, tidak boleh kendur. Anggota diminta untuk terus melakukan patroli siang-malam,” ujarnya saat konferensi pers. Patroli ini bukan hanya sebagai respons terhadap insiden tragis, tetapi juga merupakan langkah proaktif untuk mencegah tawuran dan kejahatan jalanan lainnya.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan bisa menumbuhkan rasa aman. Ade Ary menambahkan, “Patroli itu sebuah keharusan, wujud keberadaan polisi di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.”
Polda Metro Jaya juga mengandalkan Tim Patroli Perintis Presisi, yang dinilai efektif dalam mencegah terjadinya tawuran. Ade Ary menyatakan, “Banyak kejadian tawuran yang dicegah. Artinya, sebelum terjadinya tawuran, polisi sudah membubarkan. Kumpul-kumpul anak-anak di malam hari kita bubarkan bertujuan untuk mencegah terjadinya tawuran.”
Polisi mengingatkan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap para pelaku tawuran. “Meski belum terjadi tawuran, kalau dia kedapatan membawa senjata tajam akan ditindak tegas,” tegasnya. Ini menunjukkan komitmen Polda Metro untuk tidak memberikan toleransi terhadap aksi-aksi kekerasan di jalanan.
Selain peran polisi, Ade Ary juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua dan guru, untuk berperan aktif dalam mencegah tawuran. “Diperlukan peran serta orang tua, guru, tokoh masyarakat, semua elemen dalam mencegah tawuran. Ini bukan tugas polisi semata,” ungkapnya.
Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, Polda Metro Jaya berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua. Sekolah juga diharapkan memberikan pembinaan dan edukasi kepada siswa agar tidak terlibat dalam tawuran.
(K/09)