JAKARTA - Komando Operasi (Koops) TNI Habema memburu kelompok yang diduga menembak tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya hingga tewas di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. Ketiga korban ditembak saat menjalankan tugas melayani masyarakat.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengungkap kronologi kejadian dan mengejar pelaku.
"Kami akan terus berkoordinasi untuk mengungkap kejadian ini, mengejar para pelaku, dan menjaga masyarakat tetap terlindungi," kata Wirya dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga: 3 Korban Penembakan KKB Disebut Intel TNI, KSAD: Semua Dianggap Intel Wirya menyampaikan keprihatinan atas tewasnya tiga petugas pemerintah tersebut. Menurutnya, para korban tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat ketika menjadi sasaran penembakan.
"Mereka hadir untuk melayani masyarakat dan seharusnya dapat menjalankan tugas dengan aman," ujarnya.
Koops TNI Habema saat ini berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengamankan wilayah sekaligus mendalami rangkaian kejadian penembakan tersebut.
Wirya juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Dia meminta masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
"Keamanan bukan tujuan akhir. Keamanan adalah ruang agar petugas dapat melayani, guru dapat mengajar, tenaga kesehatan dapat bekerja, masyarakat dapat beraktivitas, dan anak-anak Papua tetap dapat mengejar masa depannya," tuturnya.
Sebelumnya, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.45 WIT.
Ketiga korban masing-masing berinisial WB (24), AR (49), dan AAM (35). AR diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, sementara WB dan AAM merupakan ASN pada instansi yang sama.
Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, rombongan ketiga korban diduga diadang dan ditembaki oleh KKB.
"Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, rombongan tersebut diduga diadang dan ditembaki oleh KKB," kata Wirya pada Rabu (9/9/2026) malam.