SURABAYA — Pengemudi Mitsubishi Outlander yang terlibat dua kecelakaan hingga menewaskan seorang pekerja di Surabaya mengaku tidak sadar saat menantang dan beradu mulut dengan warga yang berusaha memberikan pertolongan.
Perempuan berinisial EN, 32 tahun, mengatakan dirinya saat itu berada di bawah pengaruh alkohol.
Ia juga mengaku tidak sadar ketika mengemudikan mobil hingga terlibat dalam dua kecelakaan pada Ahad dini hari, 23 Agustus 2026.
Baca Juga: Kompolnas Minta Polisi Hati-hati Bekukan Rekening Warga Pati untuk Donasi Aksi 27 Agustus "Karena saya juga enggak sadar. Itu saya juga kaget (lihat rekaman video) kelakuan saya seperti itu. Jadi saya malu," ungkap EN kepada awak media, Senin, 24 Agustus 2026.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, dan Jalan Taman Hapsari, Surabaya.
Saat itu, EN mengemudikan Mitsubishi Outlander putih bernomor polisi L 1049 OO. Ia awalnya menabrak sebuah taksi listrik.
Setelah kecelakaan pertama, EN meninggalkan lokasi.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, EN terlihat menantang dan beradu mulut dengan warga yang berusaha memberikan pertolongan.
EN mengatakan dirinya tidak menyadari perilaku tersebut karena dalam kondisi mabuk.
Ia juga menjelaskan alasan meninggalkan lokasi kecelakaan pertama.
"Karena saya takut habis menyerempet taksi, dikejar massa. Saya takut nanti malah dipukul massa, makanya saya berusaha kabur, ternyata malah terjadi kecelakaan yang menewaskan orang," ungkapnya.
Saat berusaha meninggalkan lokasi kecelakaan pertama, EN kemudian menabrak seorang pekerja yang berada di belakang sebuah mobil pikap.