JAKARTA — Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkap alasan pihaknya mendorong pencarian mitra secara masif untuk pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Lodewyk, langkah tersebut dilakukan karena jumlah dapur yang tersedia pada awal pelaksanaan program masih jauh dari target yang harus dicapai.
"Yang Mulia, waktu itu terus terang betapa sulitnya mencari mitra. Jadi semua kita imbau untuk bantu BGN," kata Lodewyk saat memberikan keterangan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: MA Tegaskan Jaksa Tak Bisa Banding dan Kasasi atas Putusan Bebas, Berlaku Sejak 19 Agustus 2026 Lodewyk mengatakan ketika itu baru terdapat 109 dapur MBG.
Sementara BGN menargetkan penyaluran makanan bergizi kepada 15 juta hingga 17 juta penerima pada Agustus 2025.
Untuk mencapai target tersebut, menurut Lodewyk, dibutuhkan sekitar 5.000 dapur.
"Itu baru 109 dapur yang ada. Kita punya target kalau bisa dia bulan Agustus 2025 sudah bisa ngasih makan 15 sampai 17 juta. Itu berarti harus mencapai 5.000 dapur," kata dia.
Kondisi tersebut membuat BGN mendorong pencarian mitra di berbagai daerah agar pembangunan dapur dapat dipercepat.
Lodewyk mengatakan dirinya juga rutin menggelar rapat secara daring dengan sejumlah pihak untuk mendorong pencarian mitra pembangunan dapur MBG.
Selain keterbatasan jumlah dapur, pencarian mitra dilakukan karena anggaran negara saat itu tidak mencukupi untuk membangun seluruh dapur yang dibutuhkan.
"Karena tidak ada anggaran dari negara untuk membangun dapur," kata dia.
Lodewyk juga menyebut pembangunan dapur dilakukan dengan memanfaatkan lahan melalui skema pinjam pakai.