MEDAN - Polrestabes Medan mengungkap perkembangan penyelidikan kasus tewasnya seorang perempuan berinisial WLG (35), mantan istri anggota Polri, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (2/8/2026).
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara terdapat enam orang yang berada di dalam rumah saat peristiwa itu terjadi. Mereka adalah korban, mantan suaminya Bripka IH, dua anak korban, seorang pengasuh, dan nenek korban.
"Dari enam orang tersebut, saat kejadian korban berada di lantai dua bersama Bripka IH dan anak pertamanya yang masih berusia sembilan tahun," kata Jean Calvijn, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Polrestabes Medan Ungkap Detik-detik Sebelum Eks Istri Brigadir I Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak, Motif Masih Didalami Ia menjelaskan, setelah Bripka IH meninggalkan kamar, korban diduga membawa senjata api jenis revolver milik Bripka IH yang berada di dalam tas, kemudian masuk ke kamar mandi.
"Motif bunuh diri ini pada saat ditinggalkan di kamar tersebut. Faktanya, korban berada di dalam kamar mandi dengan mengambil senjata api jenis revolver milik Bripka IH," ujar Jean Calvijn.
Menurutnya, penyidik masih terus mendalami latar belakang yang diduga menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya. Polisi juga telah menelusuri berbagai persoalan pribadi maupun hubungan keluarga yang berkaitan dengan korban.
"Kami telah menelusuri persoalan internal pribadi dan keluarga korban. Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan proses penyidikan segera selesai secara profesional," ucapnya.
Dari hasil penyelidikan diketahui korban dan Bripka IH telah resmi bercerai pada 2021. Meski demikian, sekitar dua bulan lalu korban bersama kedua anaknya datang dari Jakarta dan tinggal sementara di rumah Bripka IH di Medan.
Penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk anak korban. Berdasarkan keterangan tersebut, selama berada di Medan korban masih menjalani aktivitas bersama keluarga.
"Berdasarkan keterangan saksi anaknya, mereka sering bepergian ke mal dan tempat lainnya. Rekaman CCTV juga sudah kami dalami dan memperlihatkan beberapa aktivitas di dalam rumah, termasuk korban yang ikut melayani tamu," kata Jean Calvijn.
Selain memeriksa para saksi, polisi telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian sebagai bagian dari alat bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Kapolrestabes Medan memastikan proses autopsi terhadap jenazah korban telah selesai. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.