JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi Ditjen Bea Cukai yang berhasil menangkap kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), yang menyelundupkan 26 kg ekstasi ke Indonesia. Sahroni meminta pengawasan terhadap jalur khusus kru pesawat di seluruh bandara tidak lengah.
"Ya gini, kita appreciate kepada petugas Bea Cukai. Jeli dengan apa yang telah dilakukan oleh para pihak. Yang lolos kan dari negara, negara yang dia keluar dari negara tujuan ke kita. Itu menjadi apresiasi buat Bea Cukai, menganalisa dalam aspek kalau pengamanan jalur yang dipakai yang biasa oleh para kru, dia tidak lengah," kata Sahroni di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
"Luar biasa Bea Cukai dan ini menjadi bagian dari bagaimana pengamanan hal-hal terkait narkotika. Ya kita harus jaga terus ini, kita harus awasin," sambungnya.
Baca Juga: Asahan Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI, Wakil Bupati Tekankan Sinergi Panitia Sahroni menyoroti pentingnya pemeriksaan terhadap pilot dan seluruh kru pesawat. Politikus Partai NasDem itu menegaskan pilot tak boleh mengonsumsi alkohol maupun narkotika, karena menyangkut keselamatan penumpang.
"Itu pentingnya, pentingnya untuk mengecek para pilot. Kan minum, minuman alkohol nggak boleh, apalagi narkotika. Makanya sebisa mungkin Indonesia punya pilot yang baik-baik, yang harus dijaga, yang nggak boleh melakukan hal-hal menyebabkan apa, penumpang menjadi nyawa yang tidak punya harganya," ujarnya.
Lebih lanjut, Sahroni meminta pengawasan terhadap jalur khusus kru pesawat diperketat di seluruh bandara. Menurut dia, kasus tersebut menjadi pengingat agar petugas tak lengah.
"Ya, kalau dengan kejadian ini kan semestinya memang jalur itu ketat juga, nggak sembarangan. Maka itu kan, makanya itu ketahuan, gitu ya. Tapi jangan lengah, tetap melakukan pengawasan di jalur khusus untuk di semua bandara yang ada di republik ini," tuturnya.
Bea Cukai Soekarno-Hatta diketahui mendapati narkoba yang dibawa kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, saat diamankan. Saufi tampak kaget dan panik saat hasil pemeriksaan menunjukkan positif.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengatakan Saufi mulanya tampak tenang sebelum ditangkap. Saufi ditangkap setelah kedapatan membawa 26 kilogram ekstasi dan sabu yang terdeteksi saat pemeriksaan X-ray.
"Yang pasti sih ukuran orang yang membawa narkotika sangat tenang ya. Berarti memang ya masih di bawah pengaruh (narkoba)," kata Hengky saat dihubungi, Selasa (4/8).
Bea Cukai lalu memeriksa barang bukti itu menggunakan NIK reagant U. Dalam video yang diterima detikcom, tampak Saufi memperhatikan dengan seksama proses pengecekan itu. Saat tes menunjukkan hasil positif, Saufi tampak kaget dan menutupi wajahnya.
"Petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta melakukan uji narkotest dengan menggunakan NIK reagant pada pil yang diselundupkan. Warna narkotest berubah menjadi biru berarti positif MDMA (ekstasi)," ujarnya.* (d/dh)