TANJUNG JABUNG TIMUR – Polres Tanjung Jabung Timur menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun disiplin. Penegasan itu disampaikan menyusul viralnya dugaan keterlibatan seorang oknum anggota Polri dalam sebuah peristiwa yang menjadi perhatian publik.
Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat begitu informasi tersebut beredar di media sosial. Oknum anggota yang dimaksud telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
"Begitu peristiwa itu viral, kami langsung mengambil langkah. Oknum tersebut sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan. Kami juga telah melakukan langkah-langkah mitigasi dengan turun langsung ke lokasi bersama perangkat desa, lurah, RT, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk menjaga situasi tetap kondusif," ujar AKBP Ade Chandra, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Polres Tanjab Timur Bentuk "Geng Motor Syariah", Langkah Baru Cegah Aksi Geng Motor Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, oknum anggota berinisial S berpangkat Bripka diduga berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Meski demikian, proses pemeriksaan masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh fakta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolres menegaskan tidak akan memberikan perlindungan kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. Menurutnya, setiap personel yang melanggar aturan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Kami berkomitmen menindak tegas siapa pun yang melakukan pelanggaran. Berawal dari informasi yang viral, kami langsung menindaklanjuti dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut," tegasnya.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang bersangkutan, Polres Tanjung Jabung Timur juga terus memperketat pengawasan internal, termasuk melalui pemeriksaan tes urine secara berkala terhadap personel.
Kapolres menyebutkan, sebelum peristiwa tersebut terjadi, pihaknya telah melaksanakan tes urine terhadap sejumlah anggota. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh anggota yang diperiksa, termasuk Bripka S, dinyatakan negatif.
"Sebelum kejadian ini pun kami sudah melakukan tes urine terhadap empat anggota. Mereka yang hasilnya negatif, termasuk Bripka S. Kami tidak melindungi siapa pun. Setiap anggota yang melanggar harus bertanggung jawab atas perbuatannya," ujarnya.
AKBP Ade Chandra menambahkan, sejak memimpin Polres Tanjung Jabung Timur, pihaknya telah menerapkan langkah-langkah pencegahan dengan melakukan identifikasi terhadap personel yang berpotensi bermasalah agar dapat diberikan pembinaan secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut meliputi pembinaan rohani maupun fisik sebagai upaya membangun disiplin dan profesionalisme anggota. Ia memastikan setiap personel Polri yang terbukti melakukan tindak pidana maupun pelanggaran disiplin akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami melakukan pembinaan secara berkelanjutan, baik pembinaan rohani maupun fisik. Siapa pun anggota Polri yang melakukan tindak pidana atau pelanggaran akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.* (dh)