JAKARTA - Polisi menegaskan kabar tewasnya ajudan atau sopir dari mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah adalah berita bohong (hoaks). Diketahui, ajudan atau sopir Febrie diisukan tewas ditembak di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, di sekitar kafe yang sebelumnya digeledah dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa langsung ke lokasi dan tidak ditemukan adanya peristiwa yang dimaksud.
"Satreskrim Jaksel sudah melakukan pengecekan di beberapa lokasi yang dimaksud, tidak ada peristiwa yang terjadi seperti isu yang beredar saat ini," kata Budi, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Dari Warga hingga PGN, 36 Saksi Diperiksa demi Ungkap Misteri Ledakan Rumah Mewah Medan Namun, kepolisian juga belum dapat memastikan identitas ajudan atau sopir yang dimaksud dalam informasi yang beredar di media sosial.
Informasi ini beredar setelah seorang pria bernama Sutrimo, diduga sebagai kepala rumah tangga (karumga) Febrie Adriansyah, ditemukan tewas di sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi.
Dalam foto yang beredar, Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Di sana, dokter menyatakan Sutrimo sudah meninggal (death on arrival). Namun, menurut dokter, saat itu tak ada busa yang ditemukan pada mulut Sutrimo. Jasadnya kemudian dibersihkan lalu diserahkan kepada orang yang mengantar untuk selanjutnya dibawa ke keluarganya di Banyumas untuk dimakamkan.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Sutrimo. Sebab, tak ada pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan pihak rumah sakit. Hingga kini, polisi sudah memeriksa lima orang, termasuk beberapa orang yang mengantarkan jasad Sutrimo ke Banyumas, dan temannya yang sempat melihat Sutrimo sebelum ditemukan tewas di TKP.
Budi mengimbau agar keluarga Sutrimo membuat laporan demi kepentingan penyelidikan. Namun, pihak keluarga masih enggan untuk membuat laporan.
Jasad Sutrimo pun sudah dikuburkan malam hari tak lama setibanya dia di kampung halaman. Budi mengatakan, pihak kepolisian masih mempertimbangkan ekshumasi atau menggali kembali kuburan untuk kepentingan identifikasi.
"Ekshumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan, kita mencari tahu akibat kematian seseorang. Nah, ini kan ada tahapan-tahapan. Maka tahapannya nanti itu sudah tahap akhir, nanti akan dilakukan ekshumasi," tutur Budi kepada wartawan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).* (k/dh)