TABANAN – Kepala Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, I Made Riasa, mengungkap kronologi versi warga terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang terduga pencuri ayam berinisial KD yang berujung meninggal dunia.
Menurut Riasa, peristiwa tersebut bermula ketika KD diduga dipergoki mencuri ayam aduan milik warga di Banjar Juwuk Legi.
Saat dipergoki, KD disebut sempat membawa senjata tajam dan mengancam pemilik ayam aduan.
Baca Juga: Mangihut Sinaga Soroti Dugaan Main Hakim Sendiri di Bali, Tegaskan Indonesia Negara Hukum "Karena merasa takut, pemilik ayam kemudian menghubungi adiknya yang saat itu sedang menghadiri resepsi yang lokasinya lumayan jauh dari desa," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Ketua Pecalang Banjar Juwuk Legi.
Tak lama berselang, warga mulai berdatangan ke lokasi setelah mendengar bunyi kentongan sebagai tanda adanya keadaan darurat.
"Jadi saat itu ada warga menyuarakan kukul bulus (kentongan), sehingga warga keluar hingga terjadi peristiwa tersebut," imbuhnya.
Riasa menjelaskan, masyarakat di Banjar Juwuk Legi telah lama merasa resah akibat maraknya kasus pencurian ayam aduan.
Menurutnya, ayam aduan menjadi sasaran pencurian karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
"Kalau tidak ada sebab, tentu akibat seperti ini tidak akan terjadi. Masyarakat kami memang sudah sangat resah karena sering kehilangan ayam. Tapi kami juga tidak pernah menuduh korban (KD) sebagai pelaku pencurian sebelumnya," terangnya.
Ia mengatakan banyak warga di Banjar Dinas Juwuk Legi menggantungkan penghasilan dari usaha beternak ayam aduan.
Bahkan, sebagian warga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membeli bibit ayam, memelihara, hingga menjualnya kembali.