JAKARTA – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) V, Bobby Adhityo Rizaldi, menjalani pemeriksaan selama lebih dari sembilan jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam perkara dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.
Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026), Bobby enggan memberikan banyak komentar kepada awak media. Ia hanya memastikan seluruh informasi yang dibutuhkan penyidik telah disampaikan.
"Semua sudah disampaikan kepada penyidik, dan kami sangat mendukung proses ini," ujar Bobby singkat.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Sita Dokumen Dugaan Pemerasan Berdasarkan catatan KPK, Bobby tiba di Gedung Merah Putih sekitar pukul 09.58 WIB dan keluar pada pukul 19.13 WIB. Dengan demikian, pemeriksaan berlangsung sekitar sembilan jam 15 menit.
Sebelumnya, penyidik KPK juga telah menggeledah rumah Bobby yang berada di wilayah Jakarta. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik yang akan didalami untuk kepentingan penyidikan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan barang bukti elektronik tersebut akan diekstraksi guna melengkapi alat bukti dalam perkara dugaan suap terkait audit BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
"Pada prinsipnya, kegiatan penggeledahan tersebut adalah untuk melengkapi bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara terkait dugaan suap dalam audit BPK di Pemkab Muara Enim," kata Budi.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Muara Enim nonaktif Edison pada Juni 2026. Dalam perkara tersebut, KPK menduga Edison menerima suap sebesar Rp500 juta dari pihak swasta melalui seorang perantara.
KPK kemudian mengembangkan penyidikan dan menetapkan sejumlah tersangka lain, termasuk dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyidik menduga terdapat permintaan uang sebesar Rp1,6 miliar untuk memengaruhi hasil audit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Penyidikan perkara tersebut hingga kini masih terus berlangsung. KPK memastikan akan terus mendalami peran seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.* (d/dh)