JAKARTA – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mencabut kuasa hukum yang sebelumnya diberikan kepada Ahmad Khozinudin beserta Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis (TAAKAA).
Pencabutan kuasa tersebut berlaku efektif sejak Minggu, 12 Juli 2026.
Keputusan itu diambil di tengah proses hukum yang masih berjalan terkait perkara dugaan fitnah mengenai ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Baca Juga: OC Kaligis Sebut Penetapan Tersangka Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Tidak Sah, Ini Alasannya Dalam keterangan resminya, Roy Suryo menyatakan pencabutan kuasa dilakukan setelah muncul pernyataan Ahmad Khozinudin dalam forum Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Gedung Juang, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Roy, pernyataan tersebut dinilai tidak sejalan dengan strategi hukum yang sedang ditempuh.
"Seluruh surat kuasa yang pernah diterbitkan kepada TAAKAA per tanggal 12 Juli 2026 dinyatakan tidak berlaku lagi. Langkah ini harus diambil agar fokus perjuangan hukum di pengadilan tidak terganggu oleh pernyataan-pernyataan yang menyimpang dan menciderai esensi perjuangan itu sendiri," ujar Roy Suryo dalam keterangan resminya.
Meski demikian, Roy menegaskan pencabutan kuasa itu tidak berarti memutus hubungan secara pribadi dengan seluruh anggota TAAKAA.
Ia menyatakan tetap membuka peluang bagi advokat lain yang sebelumnya tergabung dalam tim tersebut untuk tetap mendampinginya, sepanjang memiliki komitmen terhadap strategi hukum yang telah disepakati.
Keputusan Roy Suryo tersebut mendapat respons dari Ahmad Khozinudin.
Pada Senin (13/7/2026), Khozinudin menyatakan pihaknya tetap akan melanjutkan sikap yang selama ini diambil terkait persoalan tersebut.
"Kami tidak merasa kehilangan. Justru pihak-pihak yang meninggalkan perjuangan ini hanya akan menjadi beban. Dalam perjuangan, wajar jika ada yang gugur atau sengaja mundur demi cari selamat sendiri. Kami akan tetap konsisten membela hak masyarakat terkait kasus ijazah ini," tegas Khozinudin.
Pernyataan tersebut menjadi tanggapan pertama dari Ahmad Khozinudin setelah Roy Suryo mengumumkan pencabutan surat kuasa terhadap dirinya dan TAAKAA.