JATENG -Sebuah kasus tragis terjadi di Kota Semarang, di mana seorang perempuan muda bernama Robiawul Adawiyah (28) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya pada Jumat (18/10/2024). Korban yang merupakan warga asli Grobogan, Jawa Tengah, diketahui bekerja sebagai petugas call center di salah satu perusahaan.
Kejadian ini terjadi di Jalan Peterongan Nomor 27 RT001/RW006, Kelurahan Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan. Menurut informasi dari Ketua RT setempat, Joko Wahyudi, tetangga kos sempat mendengar teriakan dari kamar korban pada dini hari sebelum penemuan jenazah. “Terdengar suara teriakan dari dalam kamar,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan beberapa warga, seorang pria tidak dikenal terlihat keluar dari kamar korban membawa pisau dan segera meninggalkan lokasi kejadian. “Beberapa tetangga melihat laki-laki tersebut meninggalkan TKP,” tambah Joko. Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan luka yang parah akibat senjata tajam.
Faisal, pemilik kos, menjelaskan bahwa Robiawul sudah menempati kamar tersebut selama empat tahun. “Dia belum pernah ada masalah sebelumnya, tidak pernah ada ribut-ribut,” kata Faisal. Lokasi tempat tinggal tersebut merupakan kos putri dengan kebijakan ketat yang melarang tamu laki-laki masuk ke area kos.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan bahwa pelaku diduga terlihat memanjat pagar rumah sebelah sebelum menuju balkon lantai dua kos tempat korban tinggal. Hal ini menambah kecurigaan bahwa pelaku sudah merencanakan aksinya dengan baik.
Setelah penemuan jenazah, petugas medis langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun, saat mereka tiba, Robiawul sudah dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Semarang sekitar pukul 02.15 WIB untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Sucipto, mengonfirmasi bahwa kasus ini masih dalam penanganan Polrestabes Semarang. Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku dan mencari tahu motif di balik pembunuhan ini. “Kami masih menyelidiki kasus ini dan mencari saksi-saksi yang melihat kejadian,” ungkapnya.
Keluarga korban dan masyarakat setempat merasa dikejutkan dan berduka atas kejadian ini. Mereka berharap pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini juga memicu keprihatinan mengenai keamanan di lingkungan kos putri, yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi perempuan.
Dengan berjalannya waktu, masyarakat berharap bahwa pihak kepolisian dapat mengungkap fakta-fakta yang ada dan memberikan keadilan bagi Robiawul Adawiyah.
(N/014)