LABUHANBATU - Seorang warga di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, tewas diduga setelah menjadi korban penganiayaan yang melibatkan sekelompok orang, termasuk oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD).
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu.
Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu (Kodim 0209/Labuhanbatu), Letkol Kav Hanung Kaptiaji, mengatakan pihaknya telah menahan dan memeriksa oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Kejagung Benarkan Periksa Kajari Sergai dan Kasi Pidsus, Diduga Minta Uang Terkait Pengamanan Proyek "Oknum TNI AD yang disebutkan sudah ditahan dan diperiksa, baik yang aktif maupun yang sudah pensiun," kata Hanung, Rabu (17/6/2026) malam.
Hanung menjelaskan, salah satu terduga berinisial BD merupakan anggota aktif TNI AD yang saat ini sedang menjalankan tugas pengamanan di PT Agrinas Palma Nusantara (APN).
Sementara satu orang berinisial B disebut sudah pensiun dari dinas militer.
"Yang aktif berdinas di luar Kodam I/Bukit Barisan sedang melaksanakan penugasan pengamanan di PT Agrinas Palma Nusantara (APN)," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan investigasi terkait peristiwa tersebut dan meminta publik menunggu hasil penyelidikan.
"Kita tunggu perkembangan kasusnya terlebih dahulu. Saat ini masih dilakukan investigasi," kata Hanung.
Menurut dia, pihak TNI AD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendalami kasus yang menewaskan warga tersebut. Proses penyelidikan masih berjalan.
"Semua langkah sudah kami laksanakan. Saat ini kami tinggal menunggu hasil koordinasi dan penyelidikan yang sedang berjalan," ujarnya.
Hanung menegaskan, apabila terdapat anggota yang terbukti melakukan pelanggaran, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pengecualian.