MEDAN – Meski sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Badan Gizi Nasional (BGN), namun Muhammad Suhud mengelak menjelaskan jadwal pembayaran hasil pekerjaan 97 rekanan yang mengerjakan ratusan paket pekerjaan BGN TA 2025.
"Silahkan hubungi Bagian Humas, Bang," jelas Muhammad Suhud menjawab bitvonline.com melalui pesan singkat WhatApss, Selasa (9/6/2026).
Sebelumnya,
bitvonline.com mempertanyakan kepada Muhammad Suhud terkait kapan BGN akan merealisasikan pembayaran hasil pekerjaan 97 rekanan yang telah mengerjakan ratusan paket pekerjaan BGN TA 2025.
Baca Juga: Seluruh Pleidoi Nadiem Makarim Ditolak, JPU: Memutarbalikkan Fakta Paket-paket pekerjaan itu terdiri dari Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) APBN sebanyak 315 titik dapur yang dikerjakan 74 rekanan. Kemudian, Paket Pekerjaan Sarana dan Prasarana SPPG BGN yang dikerjakan 23 rekanan.
Sebelumnya, salah seorang rekanan yang minta namanya dirahasiakan, kepada bitvonline.com menjelaskan, total nilai ratusan paket pekerjaan BGN itu mencapai Rp 1 triliun lebih. Meski sudah memasuki tujuh bulan, dan sudah mengerjakan proyek sesuai progres kerja, akan tetapi hingga kini belum dibayarkan oleh BGN.
Bahkan, para rekanan tersebut sudah melakukan aksi unjukrasa di Kantor BGN. Namun BGN belum juga menjelaskan waktu pembayaran hasil pekerjaan para rekanan tersebut.
Karena itu, para rekanan mengaku sangat khawatir uang mereka dikorupsi para pejabat BGN. Terlebih saat ini, Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Soni Sonjaya dan Lodewyk Pusung telah ditangkap Kejaksaan Agung diduga terkait korupsi.
BERULANGKALI DITAGIHSeperti diberitakan sebelumnya, 97 rekanan merasa tertipu karena hingga kini BGN belum membayar hasil pekerjaan mereka sesuai progres kerja yang nilainya mencapai Rp 1 triliun lebih.
"Ada 97 perusahaan yang hasil kerjanya TA 2025 belum dibayar BGN sesuai progres kerja. Padahal sudah berulangkali ditagih. Tentu saja kami merasa tertipu," jelas seorang rekanan kepada bitvonline.com.
Ke 97 perusahaan penyedia jasa itu, telah mengerjakan ratusan paket pekerjaan BGN TA 2025. Paket pekerjaan tersebut tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Mulai dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Papua Barat, hingga Papua.
PEMBAYARAN TIGA TERMINSesuai dokumen kontrak kerja, BGN akan melakukan pembayaran hasil pekerjaan dalam tiga termin. Termin pertama berupa pemberian down payment (DP) 20 persen. Termin kedua setelah pekerjaan 55 persen dengan pembayaran 50 persen. Dan termin ketiga pembayaran 100 persen setelah pekerjaan selesai.