BINJAI – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Binjai Sumatera Utara (PB IMBI-SU), Aldo Tarigan, mengaku mengalami pengusiran saat berada di The Break Pool and Cafe Binjai yang berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 34, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.
Menurut Aldo, peristiwa itu terjadi ketika dirinya datang sebagai pelanggan untuk bermain biliar di tempat usaha tersebut.
Namun, ia mengaku diminta meninggalkan lokasi oleh pihak pengelola dengan alasan namanya telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) atas instruksi manajemen.
Baca Juga: 1.015 Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings by UTMB 2026 di Samosir Aldo menilai tindakan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik, khususnya terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan pekerja.
Ia menduga tindakan yang diterimanya berkaitan dengan sikap organisasi yang selama ini menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang disebut terjadi di lingkungan usaha tersebut.
"Apakah saat ini sudah tidak boleh lagi menyampaikan kritik terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan pekerja?" kata Aldo dalam keterangannya.
Polemik antara PB IMBI-SU dan pihak The Break Pool and Cafe Binjai disebut bukan kali pertama terjadi.
Sejak Maret 2026, organisasi mahasiswa tersebut mengaku menerima berbagai laporan dan keluhan yang berkaitan dengan kondisi tenaga kerja di tempat usaha tersebut.
Selain isu mengenai hak-hak pekerja, organisasi itu juga mengaku memperoleh informasi terkait dugaan pemotongan gaji yang disampaikan oleh sejumlah pekerja.
Namun, tudingan tersebut hingga kini belum mendapat tanggapan resmi dari pihak manajemen.
Atas kejadian yang dialaminya, Aldo meminta manajemen The Break Pool and Cafe Binjai memberikan klarifikasi terbuka kepada publik mengenai berbagai persoalan yang berkembang, termasuk terkait dugaan pengusiran yang dialaminya.
"Kami meminta pihak manajemen memberikan klarifikasi terbuka atas berbagai persoalan yang terjadi serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung terkait tindakan pengusiran yang kami alami," ujarnya.