BANDA ACEH – Upaya penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 2,8 kilogram melalui jalur ekspedisi udara berhasil digagalkan petugas di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Senin (1/6/2026).
Paket berisi ganja tersebut terdeteksi saat personel Lanud Sultan Iskandar Muda bersama petugas Aviation Security (Avsec) Angkasa Pura Indonesia melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-Ray di Gedung Kargo Bandara SIM.
Kecurigaan petugas muncul ketika satu paket menunjukkan citra tidak biasa saat melewati pemeriksaan sekitar pukul 09.51 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan narkotika jenis ganja yang disembunyikan dalam sarung berwarna hitam.
Baca Juga: 135 Motor Curian Diamankan Polrestabes Medan, Pemilik Bisa Ambil Tanpa Dipungut Biaya Untuk mengelabui petugas, ganja tersebut dibungkus menggunakan aluminium foil dan plastik putih sebelum dimasukkan ke dalam paket pengiriman.
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, mengatakan paket tersebut diketahui akan dikirim ke Bandung dengan rute transit melalui Jakarta.
"Paket tersebut dikirim ke Bandung via Jakarta," ujar Suryo dalam keterangannya.
Setelah diamankan, barang bukti ganja seberat 2,8 kilogram itu langsung diserahkan kepada Polresta Banda Aceh untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri identitas pengirim maupun jaringan yang terlibat.
Menurut Suryo, hingga saat ini pihaknya masih mendalami asal-usul paket serta pemilik barang haram tersebut.
"Barang bukti selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses penyelidikan dan pengembangan jaringan pelaku," katanya.
Penyerahan barang bukti dilakukan dalam konferensi pers yang turut dihadiri unsur Kodam Iskandar Muda, Polresta Banda Aceh, BNNP Aceh, Bea Cukai Banda Aceh, petugas Avsec Angkasa Pura Indonesia, operator X-Ray Cargo, serta jajaran Cargo Logistic.
Pengungkapan kasus ini disebut menjadi bukti kuat sinergi lintas instansi dalam memperketat pengawasan jalur distribusi barang melalui bandara sekaligus mencegah peredaran narkotika di wilayah Aceh.
Petugas memastikan pengawasan terhadap aktivitas kargo dan pengiriman barang akan terus diperketat guna menutup celah penyelundupan narkoba melalui jalur udara.