JAKARTA – Tokoh perempuan adat Papua, Yasinta Moiwend, melaporkan Direktur LBH Papua Merauke, Johnny Teddy Wakum, ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran data pribadi dan penggunaan identitas tanpa izin dalam film dokumenter Pesta Babi.
Laporan tersebut diajukan pada Jumat, 29 Mei 2026.
Yasinta, yang dikenal dengan sapaan Mama Yasinta, menilai identitas dan keterlibatannya dalam film dokumenter tersebut digunakan tanpa persetujuan yang memadai.
Baca Juga: Majelis Etik Sebut Periode 2021-2026 Jadi Masa Paling Bermasalah di Ombudsman RI Menanggapi laporan tersebut, Johnny Teddy Wakum menyatakan menghormati langkah hukum yang ditempuh oleh Mama Yasinta.
Menurut dia, Yasinta merupakan tokoh perempuan adat Malind yang selama ini dikenal aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di Papua.
"Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Teddy menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih berupaya membangun komunikasi langsung dengan Mama Yasinta untuk memahami duduk persoalan yang berkembang.
Menurut dia, sejak 23 Mei 2026 hingga laporan diajukan ke Polda Metro Jaya, tim produksi belum berhasil bertemu maupun berkomunikasi secara langsung dengan Mama Yasinta.
"Sejak Sabtu, 23 Mei lalu, hingga mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat kemarin, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung. Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya," ujarnya.
Teddy berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dan tidak mengganggu perhatian publik terhadap berbagai isu yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.
"Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua," kata dia.
Sementara itu, sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Laksono, juga menyatakan menghormati keputusan yang diambil oleh Mama Yasinta.