MEDAN – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek tempat hiburan malam New Zone di Kota Medan, Sumatera Utara, yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika.
Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu dini hari (23/5/2026) sekitar pukul 03.25 WIB itu, polisi mengamankan puluhan orang beserta sejumlah barang bukti narkotika dari lokasi.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membersihkan tempat hiburan malam yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba.
Baca Juga: Spesialis Curanmor di Medan Ditembak Polisi, Rekannya Masih Buron "Pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2026 sekitar pukul 03.25 WIB, tim gabungan telah melakukan penindakan di tempat hiburan malam New Zone yang berlokasi di Kota Medan," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Klub malam New Zone disebut kerap dikaitkan dengan berbagai kasus narkotika, mulai dari dugaan peredaran ekstasi, prostitusi terselubung, hingga kasus pengunjung overdosis.
Ketua Umum Patriot Anti Narkoba (Patron), Muannas Alaidid, mengapresiasi langkah tegas Bareskrim Polri dalam membongkar praktik narkoba di tempat hiburan malam.
Menurut Muannas, pola penindakan yang dilakukan Bareskrim berbeda karena tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga membongkar keterlibatan pihak manajemen hingga pemilik tempat hiburan jika terbukti terlibat.
"Bareskrim Polri punya pola berbeda dalam menangani THM narkoba. Mereka tidak hanya menangkap pengguna, tetapi membongkar sampai ke lapisan manajemen mulai dari waiter, supervisor, manajer, direktur hingga owner," ujarnya.
Ia juga menilai strategi "Hajar THM Narkoba" dengan metode undercover buy yang diinisiasi Brigjen Eko Hadi Santoso efektif membongkar jaringan narkoba yang selama ini berkedok bisnis hiburan malam.
"Publik sekarang melihat bahwa tempat hiburan malam yang menjual narkoba mungkin hanya tinggal menunggu waktu untuk ditindak," katanya.
Muannas menegaskan penggerebekan New Zone Medan harus menjadi momentum untuk membongkar jaringan narkotika secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi izin operasional tempat hiburan yang diduga terlibat.
"Kalau sebuah THM terus muncul dalam kasus narkoba dari tahun ke tahun, maka publik tentu bertanya ada apa sebenarnya di dalamnya," tuturnya.