BATU BARA – Praktik pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk pengangkut bahan pangan dan barang distribusi di wilayah Kecamatan Talawi hingga Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, diduga berlangsung terang-terangan tanpa tindakan tegas dari aparat setempat.
Pantauan wartawan BITVOnline.com di lapangan menemukan sejumlah oknum preman bebas menghentikan kendaraan distribusi yang masuk ke kawasan pajak dan grosir di Tanjung Tiram.
Para sopir diminta menyerahkan uang dengan alasan yang tidak jelas sambil membawa karcis berbeda-beda.Ironisnya, praktik yang disebut sudah berlangsung lama itu terkesan dibiarkan, meski aktivitas pungli terjadi di jalur distribusi utama kebutuhan pokok masyarakat.
Baca Juga: Pendidikan Antikorupsi Masuk PAUD, Wamendagri Ingin Integritas Jadi Karakter Sejak Dini "Masuk Tanjung Tiram pasti diminta uang. Kalau ditotal bisa Rp30 ribu sampai Rp40 ribu sekali masuk," ujar seorang sopir mobil box kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Menurut pengakuan sopir, para pelaku datang secara bergantian. Jika sopir menolak membayar, mereka disebut tidak segan melakukan intimidasi hingga mengancam merusak kendaraan.
"Kalau tidak bayar, kami takut mobil dirusak. Karena itu sopir terpaksa kasih uang," katanya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap pengawasan aparat, khususnya pihak Polsek Labuhan Ruku yang membawahi wilayah Talawi dan Tanjung Tiram. Sebab, praktik pungli disebut berlangsung hampir setiap hari dan diketahui banyak sopir angkutan barang.
Jika aparat benar-benar melakukan pengawasan maksimal, masyarakat menilai aksi premanisme tersebut seharusnya bisa ditertibkan. Apalagi pungli di jalur distribusi bahan pangan berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Biaya tambahan yang terus dibebankan kepada sopir dan distributor akhirnya ikut memengaruhi ongkos distribusi barang ke pasar dan grosir.
Warga berharap aparat kepolisian tidak tutup mata terhadap keresahan para sopir. Penindakan tegas dinilai penting agar wilayah Talawi dan Tanjung Tiram tidak dicap sebagai lokasi rawan premanisme dan pungli.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek setempat belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya dugaan pungli terhadap kendaraan distribusi di kawasan tersebut.*
(dh)