JAMBI – TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan Lanal Palembang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) dalam jumlah besar di perairan Kuala Mendahara, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Sebanyak 125.000 ekor benih lobster diamankan dalam operasi senyap pada Senin (4/5/2026) malam.
Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan memimpin langsung konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut di Markas Komando Lanal Palembang, Selasa (5/5/2026).
Operasi penindakan dilakukan oleh Tim Satgas Rajawali setelah menerima informasi intelijen mengenai aktivitas ilegal di wilayah perairan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Pasintel Lanal Palembang Mayor Laut (P) Wahyu Hidayat langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyekatan.
Baca Juga: Dua Polisi di NTT Jadi Tersangka Penyelundupan Solar Subsidi, Hampir 3 Ton Diamankan Sekitar pukul 22.10 WIB, petugas mendeteksi sebuah kapal speedboat mencurigakan yang melintas tanpa penerangan. Saat dilakukan pengejaran, kapal tersebut sempat mengabaikan peringatan dari petugas.
Aparat kemudian memberikan tembakan peringatan sebelum akhirnya kapal pelaku melarikan diri dan mengandaskan diri di kawasan hutan bakau Kuala Sinar Kalimantan. Para pelaku berhasil kabur ke dalam hutan untuk menghindari penangkapan.
Meski kondisi medan sulit dan perairan dangkal, petugas berhasil mengamankan satu unit speedboat bermesin 40 PK serta 25 box styrofoam berisi benih bening lobster yang diduga siap diselundupkan.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari implementasi arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam memperketat pengawasan sumber daya laut Indonesia.
Selain itu, tindakan ini juga mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026 tentang tata kelola ekspor benih lobster, guna menjaga keberlanjutan ekosistem laut serta mencegah praktik ilegal yang merugikan negara.*
(dh)