BEKASI - Tri Wibowo (54), korban penyiraman air keras di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia pada Minggu (26/4/2026) setelah sempat menjalani operasi pencangkokan kulit akibat luka serius yang dideritanya.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyebut Tri Wibowo meninggal dunia akibat pendarahan pascaoperasi.
"Tri Wibowo staf PC KEP KSPSI Kabupaten Bekasi yang menjadi korban penyiraman air keras di Bekasi wafat pagi ini akibat pendarahan pascaoperasi pencangkokan kulit," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Pengedar Narkoba di Aceh Timur Tewas Saat Kabur dari Polisi, Terjatuh ke Lereng Kebun Sawit Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi saat korban hendak menunaikan salat Subuh di kawasan Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setiamekar, Tambun Selatan, pada Senin (30/3/2026) dini hari.
Polres Metro Bekasi telah menangkap tiga orang pelaku berinisial PBU (29), MS (28), dan SR (23). Polisi menyebut aksi tersebut dipicu dendam pribadi pelaku utama, PBU, yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
Kapolres Metro Bekasi menyampaikan, PBU menyimpan sakit hati terhadap korban sejak 2018, saat keduanya tinggal berdekatan. Konflik berlanjut pada 2019 terkait persoalan lingkungan, hingga kembali memanas pada 2025 yang membuat pelaku merasa tersinggung.
Hingga kini, ketiga pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.*
(in/dh)